Kesalahan paling umum dalam memulai rutinitas latihan adalah melompat langsung ke intensitas tinggi di minggu pertama. Antusiasme di awal memang wajar, tapi tubuh butuh adaptasi bertahap, baik otot, sendi, maupun sistem kardiovaskular.
Rutinitas yang bertahan biasanya dimulai dari frekuensi yang realistis dulu, baru intensitas dinaikkan. Tiga sesi 30 menit yang konsisten selama sebulan jauh lebih bermanfaat daripada lima sesi intens di minggu pertama yang berujung nyeri dan berhenti total.
Program latihan yang disusun fisioterapis, bukan sekadar jadwal gym generik, juga memperhitungkan riwayat cedera dan keterbatasan gerak individu, sehingga progresnya terukur dan risikonya lebih terkontrol dibanding ikut program umum dari internet.
Terakhir, anggap latihan sebagai bagian dari rutinitas, bukan target yang harus sempurna setiap saat. Sesi yang terlewat sesekali bukan kegagalan, yang penting kembali ke rutinitas di sesi berikutnya, bukan menyerah sepenuhnya.



