10+ tahun menangani cedera atlet nasional & OlimpiadeDitangani langsung dokter spesialis kedokteran olahragaBooking online, tanpa antreOnsite di klinik, Mobile ke lokasi Anda, atau untuk tim & perusahaan10+ tahun menangani cedera atlet nasional & OlimpiadeDitangani langsung dokter spesialis kedokteran olahragaBooking online, tanpa antreOnsite di klinik, Mobile ke lokasi Anda, atau untuk tim & perusahaan
Semua Artikel

Emi-Ducation

Pemanasan yang Benar Sebelum Olahraga

22 Juni 2026 · 5 menit baca

Kebiasaan lama, peregangan statis (menahan posisi regangan 20-30 detik) sebagai pembuka sesi olahraga, ternyata kurang tepat untuk olahraga yang butuh kecepatan dan kekuatan eksplosif. Beberapa studi menunjukkan peregangan statis di awal justru bisa sedikit menurunkan output tenaga otot untuk sementara.

Urutan yang lebih disarankan: mulai dengan pemanasan kardio ringan 5 menit untuk menaikkan suhu tubuh dan aliran darah, lanjut ke peregangan dinamis (ayunan kaki, lunge berjalan, arm circle) yang menggerakkan sendi lewat rentang geraknya, baru diikuti gerakan spesifik olahraga yang akan dilakukan dengan intensitas bertahap.

Peregangan statis tetap punya tempatnya, tapi lebih cocok di akhir sesi, saat otot sudah hangat, untuk membantu pemulihan fleksibilitas jangka panjang.

Yang paling penting: pemanasan bukan formalitas 2 menit sebelum lari. Untuk olahraga intensitas tinggi, alokasikan 10-15 menit, ini investasi kecil yang menurunkan risiko cedera otot dan tendon secara nyata.

Ada pertanyaan? Hubungi kami

Kontak Kami