Dalam program Corporate Wellness yang kami jalankan untuk berbagai perusahaan, keluhan paling umum bukan cedera olahraga, melainkan nyeri leher, bahu, dan punggung bawah akibat postur duduk yang salah dan durasi kerja statis yang panjang.
Sesi chair massage atau screening postur satu hari sering jadi titik awal, banyak karyawan baru sadar postur duduknya bermasalah setelah dijelaskan terapiss secara langsung, bukan dari poster edukasi yang jarang dibaca.
Program yang berjalan lebih dari sehari (bulanan atau berkelanjutan) memungkinkan terapiss memberi latihan peregangan sederhana yang bisa dilakukan di meja kerja, disesuaikan dengan keluhan spesifik tiap individu, bukan program generik yang sama untuk semua orang.
Manfaatnya lebih dari sekadar kenyamanan karyawan: nyeri muskuloskeletal yang tidak ditangani ikut menurunkan produktivitas dan menambah izin sakit. Investasi pada program wellness preventif berkorelasi langsung dengan hari kerja yang lebih sedikit hilang.



